Crypto? Jangan deh

Pada awalnya, segala sesuatu yang disebut dengan cryptocurrency itu nilai awalnya adalah: 0.


Lantas mulailah orang2 bilang ini bagus, itu keren. Ini aman, itu safe haven. Kontroversi muncul. Negara2 menolak. Negara2 menerima. Tokoh ini setuju, tokoh itu setuju. Hacker mencuri trilyunan. Bantahan bahwa tetap aman. Investor kehilangan 'uang-nya'. Makanya hati2 dong nyimpannya. Semakin ramai yg bahas, nilainya menggeliat terus naik. Yang tadinya 0, lompat jadi 1 juta, 100 juta, besok lusa, terserah mereka sajalah mau berapa. 


Hal2 begini terus mengalami evolusi, yg kapitalisasi pasar awalnya 0, tiba2 jadi 1.000 trilyun misalnya. Apakah bisa semua 'uang' itu diconvert jadi uang betulan? Pertanyaannya, siapa yg mau? Maka, cryptocurrency butuh produk, biar bisa jalan itu 'uang' yg sudah jadi trilyunan.


Muncullah produk2 tak berbentuk, alias di dunia maya saja. Tanah, gedung, foto, video, dll, dsbgnya di dunia maya. Lagi2, terserah mereka saja mau berapa harganya. Toh semuanya berawal dari 0. Saat jadi 1.000 trilyun, bebas mau diapakan.


Kalian mau ikutan? Terserah kalian. Tapi jangan polos. Ada yang tertawa bahak menikmati. Pondasi sistem ini harus disupport oleh banyak orang. Itu persis seperti semua orang 'patungan' mensupport piramida raksasa. Semakin banyak yg bermimpi jadi kaya raya dalam sekejap, semakin tertawa puncaknya. 


Terserah kalian. 


Dari dulu, bahkan batu cincin bisa dijual milyaran. Burung, boneka bayi, tanaman, dll, dsbgnya. Bebas saja. Tapi pastikan, kalian jadi yg pintarnya. Pintar memanfaatkan orang2 banyak. Jangan terbalik, malah kalian yg dimanfaatkan. Nanti ambyar.


Syukur2 kalian mau melengkapinya dengan ilmu agama. Produk2 apa saja yang boleh di agama kalian. Transaksi2 mana saja yg boleh. Oh, baiklah, kalian malah benci jika agama dibawa2. 


Well, saya mau bikin KepoCoin. Mau beli? Oh, kalian mau bikin juga? BambangCoin? AgusCoin? AntonCoin? PutriCoin? Terserah saja. Kalau ada yg mau beli, dan ngasih harga 1 milyar per coin, juga bebas saja.


Daaan, coin-coin ini akan terus bermunculan. Gegap gempita. Dia terus butuh pondasi raksasa, untuk support puncaknya. 

Next Post